Rabu, 22 Juli 2009

DIET SERAT TINGGI

Serat makanan merupakan polisakarida nonpati yang terdapat dalam semua makanan nabati. Serat tidak dapat dicerna oleh enzim cerna tetapi berpengaruh baik untuk kesehatan. Serat terdiri atas dua golongan yaitu serat larut air dan tidak larut air. Serat larut air banyak terdapat dalam havermout, kacang-kacangan, sayur dan buah-buahan. Serat golongan ini dapat mengikat asam empedu sehingga dapat menurunkan absorbs lemak dan kolesterol darah, sehingga menurunkan risiko, mencegah atau meringankan penyakit jantung koroner. Sedangkan serat tidak larut air banyak terdapat dalam dedak beras, gandum, sayuran dan bua-buahan. Serat golongan ini dapat melancarkan defekasi (buang air besar) sehingga mencegah obstipasi. Serat dapat mencegah kanker kolon dengan mengikat dan mengeluarkan bahan-bahan karsinogen dalam usus.

Pada umumnya, makanan serat tinggi mengandung energi rendah sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Diet Serat Tinggi menimbulkan rasa kenyang sehingga menunda rasa lapar. Asupan serat berlebihan dapat menimbulkan gas yang berlebihan dan diare serta mengganggu penyerapan mineral seperti magnesium, zat besi dan kalsium. Makanan tinggi serat alami lebih aman dan mengandung zat gizi tinggi serta lebih murah, WHO menganjurkan asupan serat 25-30 g/hari.

TUJUAN DIET

Tujuan Diet Serat Tinggi ini adalah untuk memberi makanan sesuai kebutuhan gizi yang tinggi serat sehingga dapat merangsang peristaltik usus agar defekasi berjalan normal.

SYARAT DIET

1. Energi cukup sesuai dengan umur, jenis kelamin dan aktivitas

2. Protein cukup yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total

3. Lemak cukup yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total

4. Karbohidrat cukup yaitu sisa dari kebutuhan energi total

5. Vitamin dan mineral tinggi

6. Cairan tinggi yaitu 2-2,5 liter untuk membantu memperlancar defekasi

7. Serat tinggi yaitu 30-50 g/hari terutama serat tidak larut air yang berasal dari beras tumbuk, beras merah, roti whole wheat, sayuran dan buah

BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN

Sumber Karbohidrat Beras tumbuk/merah, havermout, roti whole wheat

Sumber Protein Nabati Kacang-kacangan separti kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan hasil olahan kacang-kacangan seperti tempe

Sayuran Sayuran yang serat tinggi seperti daun singkong, daun kacang panjang, daun papaya, brokoli, jagung muda, oyong, pare, kacang panjang, buncis dan ketimun

Buah-buahan Buah-buahan yang berserat tinggi seperti jeruk, nenas, mangga, salak, pisang, papaya, sirsak serta buah yang dimakan dengan kulitnya seperti apel, anggur, belimbing, pir dan jambu biji.